Dalam pertemuan tersebut, para pendidik membagikan optimisme besar terkait karakter positif generasi muda saat ini, sekaligus merumuskan strategi pendampingan remaja di era digital.Karakter Generasi Kelas 7: Lebih Aktif, Percaya Diri, dan MandiriKepala Sekolah SMP Negeri 1 Baturetno, Bapak Cundoko, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap karakter siswa kelas 7 saat ini.

Berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya yang cenderung pasif dan harus ditunjuk terlebih dahulu saat pemilihan pengurus kelas, siswa zaman sekarang menunjukkan inisiatif yang luar biasa. Banyak di antara mereka yang secara sukarela mengajukan diri menjadi ketua kelas tanpa perlu paksaan. Fenomena ini membuktikan bahwa generasi sekarang jauh lebih aktif dan berani mengambil tanggung jawab. Bapak Cundoko juga mengingatkan bahwa setiap anak memiliki keunikan dan potensi yang berbeda-beda, baik yang berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik. Semua potensi tersebut patut didukung secara berimbang.
Sukses Adaptasi Lingkungan dan Regulasi Penggunaan GawaiSelaras dengan hal tersebut, Bapak Wahab memaparkan bahwa proses adaptasi siswa baru dengan lingkungan SMP Negeri 1 Baturetno berjalan sangat lancar tanpa kendala berarti. Terbukti, tidak ada satu pun siswa yang meminta pindah kelas.
Kemandirian siswa diuji dan terbukti matang melalui kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa). Selama kegiatan berlangsung, siswa dapat beradaptasi dengan sangat baik, mandiri, tidak rewel, dan tidak bergantung atau terus diikuti oleh orang tua.Terkait dengan fasilitas teknologi, Bapak Wahab menegaskan beberapa poin penting. Sifatnya Tidak Wajib:
• Membawa telepon seluler (HP) ke sekolah sama sekali tidak diwajibkan, namun diperbolehkan.Penyimpanan Terpusat: Saat tiba di sekolah, HP harus langsung disimpan di dalam boks yang telah disediakan.
Larangan Saat Belajar:
• HP sama sekali tidak boleh digunakan selama proses pembelajaran berlangsung.
Sanksi Penyembunyian:
• Siswa dilarang keras menyimpan HP di dalam tas pribadi atau tempat persembunyian lainnya selama jam sekolah.
Pendampingan Masa Pubertas dan Layanan Konseling Bapak Wahab juga mengingatkan bahwa siswa kelas 7 mulai memasuki masa pubertas. Pada fase ini, munculnya ketertarikan terhadap lawan jenis adalah hal yang wajar secara psikologis. Kendati demikian, pengawasan dari orang tua tetap mutlak diperlukan agar anak tidak salah melangkah.
Sekolah memfasilitasi ruang diskusi yang aman bagi orang tua dan siswa; jika terdapat kendala perkembangan atau keluh kesah (uneg-uneg), hal tersebut dapat disampaikan secara langsung kepada pihak Bimbingan dan Konseling (BK).

Pembentukan Karakter Lewat 8 Program Kokurikuler "Spensaba"Untuk mewujudkan generasi yang unggul dan berkarakter, Ibu V. Ari Widyadingtyas, S.Pd. memaparkan 8 program kokurikuler unggulan yang diterapkan di SMP Negeri 1 Baturetno.
1. Lentera: Fokus pada penguatan literasi dan numerasi terapan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Connection with Allah (CCA): Penguatan iman, perbaikan ibadah, dan pembentukan akhlak mulia siswa.
3. Spensaba Digital: Peningkatan kecakapan dan literasi siswa dalam menggunakan teknologi digital secara bijak.
4. Bestie Spensaba: Pembiasaan gaya hidup sehat melalui kegiatan senam bersama dan jalan sehat.
5. Heart to School: Menumbuhkan kepedulian, rasa kepemilikan, dan aksi nyata terhadap kebersihan lingkungan sekolah.
6. Sinau on the Street: Metode pembelajaran kontekstual secara langsung di luar kelas bersama narasumber ahli.
7. Gema Nusantara: Upaya aktif untuk melestarikan kebudayaan daerah dan permainan tradisional Indonesia.
8. Gaspol Spensaba: Gerakan bersama untuk membiasakan konsumsi makanan yang sehat, bersih, dan bergizi seimbang.
Melalui sinergi antara kemandirian siswa, ketegasan regulasi sekolah, dan dukungan program kokurikuler yang komprehensif ini, SMP Negeri 1 Baturetno siap mencetak generasi emas yang cerdas, sehat, dan berakhlak mulia.